Sabtu, 15 November 2014

Pembelajaran Konsumen



Pembelajaran Konsumen
Pembelajaran konsumen merupakan proses ; artinya terus menerus berkembang dan berubah karena adanya pengetahuan yang baru diperoleh ( yang mungkin didapat dari membaca, dari diskusi, dari pengamatan, dan dari proses berpikir ) atau dari pengamatan sendiri.
Peran pengalaman dalam pembelajaran tidak berarti bahwa semua pembelajaran dicari dengan sengaja. Walaupun kebanyakan pembelajaran adalah disengaja ( yaitu, diperoleh sebagai hasil pencarian informasi yang teliti ), banyak pemebalajaran yang disengaja, diperoleh secara kebetulan atau tanpa banyak usaha.
Motivasi
Konsep motivasi penting bagi teori pembelajaran ingatlah, motivasi didasarkan pada kebutuhan dan sasaran. Motivasi berlaku sebagai pemacu pembajaran.
Isyarat
Isyarat merupakan stimuli yang memberikan arah berbagai motif ini.isyarat membantu mengarahkan dorongan konsumen jika konsistensi dengan harapan-harapan konsumen.
Respon
Cara bereaksi para individu terhadap dorongan interval atau isyarat – bagaimana mereka berperilaku – akan membentuk respon mereka. Pembelajaran dapat terjadi bahkan ketika tanggapan tidak jelas.
Penguatan
Penguatan ( reinforcement ) meningkatkan kemungkinan bahwa respon khusus akan terjadi di masa yang mendatang karena adanya berbagai isyarat atau stimuli khusus.
Beberapa Teori Pembelajaran Perilaku
Teori pembelajaran perilaku kadang-kadang disebut teori stimulus-tanggapan karena didasarkan pada pemikiran bahwa tanggapan yang nyata terhadap stimuli-tanggapan eksternal tertentu memberi pertanda bahwa pembelajaran telah terjadi.
Pengkondisian klasik
Ivan Pavlov, Psikolog Rusia, adalah yang pertama menggambarkan pengkondisian dan mengemukakannya sebagai model umum mengenai cara terjadinya pembelajaran.menurut teori Pavlov, pembelajaran yang dikondisikan terjadi jika stimulus tertentu yang dipasangkan dengan stimulus lain yang mendatangkan tanggapan yang dikenal menimbulkan tanggapan yang sama jika digunakan sendiri saja.
Pembelajaran Asosiasi Kognitif
Teori pengkondisian yang terakhir memandang pengkondisian klasik sebagai pembelajaran asosiasi di antara berbagai peristiwa yang memungkinkan organisme untuk mengantisipasi dan “mewakili” lingkungannya.pengkondisian klasik dipandang sebagai pembelajaran asosiasi kognitif. Bukan perolehan refleks baru, tetapi merupakan perolehan pengetahuan baru mengenai dunia.
Aplikasi Strategis Pengkondisian Klasik
Tiga konsep pokok yang berasal dari pengkondisian klasik adalah:
- Pengulangan
- Generalisasi stimulus
o Perluasan lini,bentuk,dan golongan produk
o Pemakaian merk gabungan (family Branding)
o Pemberian lisensi (licensing)
o Menggeneralisasikan situasi pemakaian
- Diskriminasi stimulus
o Pengaturan posisi
o Diferensiasi Produk
Pengkondisian Instrumental
Para pakar teori pembelajaran instrumental percaya bahwa pemebelajaran terjadi melalui proses mencoba (trial and error), dimana kebiasaan dibentuk sebagai hasil ganjaran yang diterima untuk tanggapan dan perilaku tertentu.
Nama yang sangat erat hubungannya dengan Pengkondisian Instrumental (Operant) diberikan oleh psikolog Amerika, B,F, Skinner, kebanyakan pembelajaran individu terjadi pada lingkungan yang dapat dikendalikan di mana para individu “memperoleh ganjaran” jika berhasil memilih perilaku yang tepat.
Penguatan Perilaku
Skinner membedakan dua tipe penguatan ( atau ganjaran ) yang mempengaruhi kemungkinan bahwa tanggapan tertentu akan berulang. Tipe pertama, penguatan positif,terdiri dari berbagai peristiwa yang memperkuat kemungkinan timbulnya tanggapan khusus. Penguatan negative merupakan hasil yang tidak menyenangkan atau negative yang juga mendorong timbulnya perilaku khusus.

Melupakan dan Mengahapus Ingatan
Jika tanggapan yang dipelajari tidak lagi diperkuat, maka akan menghilang sampai tingkat penghapusan; yaitu sampai tingkat dimana hubungan antara stimulus dan ganjaran yang diharapkan hilang.
Aplikasi Strategis Pengkondisian instrumental
Para pemasar secara efektif menggunakan berbagai konsep pembelajaran instrumental konsumen ketika mereka memberikan penguatan positive dengan menjamin kepuasan konsumen terhadap produk, jasa, dan keseluruhan pengalaman membeli.
·         Kepuasaan (penguatan) Pelanggan
·         Urutan penguatan
·         Pembelajaran terkumpul versus pembelajaran terdistribusi
Pembelajaran Melalui Peragaan atau Pengamatan
Para pakat teori pemebalajaran memperhatikan bahwa sebagian besar pemebelajaran terjadi dalam keadaan tidak adanya penguatan langsung, baik yang positive maupun negative melalui proses yang disebut para psilokolog pembelajaran melalui peragaan atau pengamatan.
Teori Pembelajaran Kognitif
Pembelajaran berdasarkan pada kegiatan mental disebut pemebelajaran kognitif. Teori pemebelajaran kognitif mengganggap bahwa pemebelajaran uang menjadi cirri khas manusia adalah pemecahan masalah, yang memungkinkan para individu dapat mengendalikan lingkungan mereka. Tidak seperti teori pembelajaran prilaku, teori mengganggap bahwa pembelajaran menyangkut pengolahan mental yang kompleks terhadap informasi.
Pengolahan Informasi
Pengolahan informasi berkaitan dengan kemampuan kognitif konsumen maupun kompleksitas informasi yang akan diolah.
Cara Konsumen Menyimpan, Mempertahankan, dan Mengingat kembali informasi
Yang sangat penting dalam pengolahan informasi adalah daya ingat manusia. Struktur Ingatan karena pengolahan informasi terjadi dalam beberapa tahap yaitu;
·         Penyimpanan Sensoris
·         Penyimpanan jangka panjang
·         Penyimpanan jangka pendek
·         Pengulangan dan penyandian
·         Penyimpanan
·         Mengingat kembali
·         Pengolahan informasi terbatas dan luas
Teori Keterlibatan
Teori keterlibatan berkembang dari aliran riset yang disebut hemispheral lateralization atau teori belah otak. Dasar pemikiran belah otak adalah bahwa hemisfer otak sebelah kanan dan kiri “mengkhususkan diri” pada macam informasi yang mereka olah.
·         Teori Keterlibatan dan strategis Media
·         Teori Keterlibatan dan relevansinya bagi konsumen
·         Rute Tengah dan Samping untuk Melakukan Persuasi
·         Model Kemungkinan Pembahasan Model Kemungkinan Pembahasan
·         Ukuran Keterlibatan
Ukuran Pembelajaran Konsumen
Meningkatanya pangsa pasar dan konsumen yang setia pada merk, bagi kebanyakan pemasar, merupakan sasaran ganda dari pembelajaran konsumen.
·         Ukuran Pengenalan dan Ingatan
·         Tanggapan Kognitif terhadap Iklan
·         Ukuran Sikap dan Perilaku pada Kesetiaan Terhadap Merk
Ekuitas Merk
Istilah ekuitas merk merujuk pada nilai yang terkandung dalam suatu merk terkenal. Dari perspektif konsumen, ekuitas merk merupakan nilai tambah yang diberikan pada produk oleh merk









Sikap Konsumen



Sikap Konsumen

1.     DEFINISI SIKAP KONSUMEN
Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Sikap mungkin dihasilkan dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Sikap dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen dari perilaku tertentu.
Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.
2.     FUNGSI-FUNGSI SIKAP
Daniel Kazt mengklasifikasikan empat  fungsi sikap yaitu :
  1. Fungsi Utilitarian. Merupakan fungsi yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar imbalan dan hukuman. Disini konsumen mengembangkan beberapa sikap terhadap produk atas dasar apakah suatu produk memberikan kepuasan atau kekecewaan. Jika seseorang menyukai suatu produk apakah dia akan mengembangkan sebuah sikap positif terhadap produk tersebut.
  2. Fungsi Ekspresi Nilai. Konsumen mengembangkan sikap terhadap suatu produk bukan didasarkan atas manfaat produk itu, tetapi lebih didasarkan atas kemampuan merek produk itu mengekspresikan nilai-nilai yang ada pada dirinya.
  3. Fungsi Mempertahankan Ego. Sikap yang dikembangkan oleh konsumen cenderung untuk melindunginya dari tantangan eksternal maupun perasaan internal, sehingga membentuk fungsi mempertahankan ego.
  4. Fungsi Pengetahuan. Melalui sikap yang ditunjukkan akan dapat diketahui bahwa dirinya memiliki pengetahuan yang cukup, yang banyak atau tidak tahu sama sekali mengenai objek sikap. Fungsi pengetahuan dapat membantu konsumen mengurangi ketidakpastian dan kebingungan dalam memilah-milah informasi yang relevan dan tidak relevan dengan kebutuhannya.
 3.     TIGA KOMPONEN SIKAP
Ada tiga komponen yang secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh (total attitude) yaitu :
  1. Kognitif (cognitive). Berisi kepercayaan seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi obyek sikap. Sekali kepercayaan itu telah terbentuk maka ia akan menjadi dasar seseorang mengenai apa yang dapat diharapkan dari obyek tertentu.
  2. Afektif (affective). Menyangkut masalah emosional subyektif seseorang terhadap suatu obyek sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki obyek tertentu.
  3. Konatif (conative). Komponen konatif atau komponen perilaku dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku dengan yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan obyek sikap yang dihadapi (Notoatmodjo ,1997).
 4.     PERAN SIKAP DALAM PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN
Pengukuran sikap konsumen bagi pemasaran merupakan hal yang sangat penting. Dengan mengetahui sikap, pemasar dapat mengidentifikasi segmen manfaat, mengembangkan produk baru dan memformulasikan serta evaluasi strategi promosional. Sikap konsumen terhadap suatu produk dapat bervariasi bergantung pada apa yang menjadi orientasi. Berkenaan dengan sikap, pemasar diharapkan mengidentifikasi segmen konsumen berdasarkan manfaat produk yang diinginkan oleh konsumen. Pengembangan produk dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui sikap konsumen. Mengukur sikap konsumen bisa dilakukan dengan cara menyebarkan kuisoner kepada kelompok konsumen sasaran yang sebelumnya telah diidentifikasi. Dengan adanya kuisoner dapat mengukur sikap konsumen, tetapi tidak hanya berhenti sampai disitu saja, sikap konsumen perlu terus menerus dipantau agar produk yang dikembangkan  benar-benar memenuhi keinginan konsumen. Sikap konsumen merupakan hal yang sangat penting  dalam pengembangan strategi promosi. Dengan mengikuti apa yang diinginkan konsumen akan memudahkan bagi pihak promosi untuk membuat iklan yang menarik perhatian.
 5.     HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN PERILAKU
Sikap dan perilaku sering dikatakan berkaitan erat, dan hasil penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan yang kuat antara sikap dan perilaku. Salah satu teori yang bias menjelaskan hubungan antara sikap dan perilaku yang dikemukakan oleh Fishbein dan Ajzen. Menurut mereka, antara sikap dan perilaku terdapat satu faktor psikologis yang harus ada agar keduanya konsisten, yaitu niat (intention). Worchel dan Cooper (1983) menyimpulkan sikap dan perilaku bias konsisten apabila ada kondisi sebagai berikut:
  1. Spesifikasi sikap dan perilaku
  2. Relevansi sikap terhadap perilaku
  3. Tekanan normatif
  4. Pengalaman.
6.     MEMPREDIKSI PERILAKU DENGAN SIKAP
Terdapat enam faktor yang mempengaruhi kemampuan sikap dalam memprediksi perilaku, antara lain:
  1. Tingkat Keterlibatan Konsumen. Jika tingkat keterlibatan konsumen terhadap suatu obyek sikap tinggi (misalnya produk), maka perilakunya cenderung akan sesuai dengan sikapnya yang cenderung kuat.
  2. Pengukuran sikap. Jika pengukuran sikap valid dan reliabel dan mempunyai tingkat abstraksi yang sama dengan pengukuran perilaku serta dalam waktu yang relatif dekat atau bersamaan waktunya, maka sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.
  3. Pengaruh orang lain. Orang lain yang mempunyai pengaruh kuat dalam kondisi tertentu dapat mempengaruhi sebuah sikap yang negatif menghasilkan perilaku yang positif. Contoh seorang anak tidak suka pada produk pakaian merek A, namun karena orang tua atau kakaknya mempengaruhinya untuk memlih dan membeli merek B, maka meskipun sikapnya positif terhadap merek A, namun perilakunya tidak positif.
  4. Faktor situasional. Kondisi yang mendesak dan situasi yang tidak mendukung (dalam kondisi berduka /sakit maupun gembira) seringkali menyebabkan sikap tidak dapat digunakan untuk memprediksi perilaku.
  5. Pengaruh merek lain. Merek lain yang lebih unggul dalam memberikan manfaat yang diharapkan seringkali mempengaruhi hubungan sikap dengan perilaku.  Konsumen bisa memilih merek lain karena setelah dipilih dan dirasakan ternyata sesuai dengan yang diharapkan konsumen.
  6. Kekuatan sikap. Sikap dapat digunakan untuk memprediksi perilaku, ketika sikap tersebut sangat kuat ada pada konsumen.
 7.     MODEL PERUBAHAN KEPERCAYAAN, SIKAP DAN PERILAKU
Setelah mempelajari hal diatas maka selanjutnya pemasar harus dapat mengetahui model perubahan kepercayaan,sikap dan perilaku,dimana dalam model ini Proses perubahan di mulai dengan pesan /komunikasi dengan maksdu membujuk.Pemprosesan informasi pesan kemudian terjadi.Pada titik ini Proses perubahan tgerjadi melalui jalur yang berbeda yaitu:
Jalur pengambilan keputusan(dapat di pelajari dengan
  • Proses Perubaha Sikap Berdasarkan Elaboration Likelihood Model,
  • Model Multiatribut, dan
  • Model Reasoned Action atau Model Behavioral Intentions).
Jalur eksperiental (dapat dipelajari dengan:
  • Balance Theory,
  • Mempengaruhi sikap dengan teori pertimbangan sosial.).
Jalur Pengaruh perilaku(dapat di pelajari dengan A.Mempelajari pengaruh Behaviorial).





Minggu, 09 November 2014

Fungsi Penawaran



PENAWARAN
(SUPPLY)
Penawaran
·         Jumlah barang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu
·         Kerangka waktu yang dianalisis dapat berupa jam, hari, minggu, bulan, tahun, dsb.
Faktor-faktor yg mempengaruhi  penawaran  :
1.Harga barang itu sendiri
2.Harga barang lain yg terkait
3.Harga faktor produksi
4.Biaya produksi
5.Teknologi produksi
6.Jumlah pedagang / penjual
7.Tujuan perusahaan
8.Kebijakan pemerintah
o   Dlm analisis penawaran harus dimisalkan faktor-faktor lainnya tidak berubah atau ceteris paribus
1. Harga barang itu sendiri
o   Jika harga barang naik à penjual cenderung menambah jumlah barang yg ditawarkan
o   Hukum penawaran :
Semakin tinggi  harga barang à semakin banyak jumlah barang yg ditawarkan
Semakin rendah harga barang à semakin sedikit jumlah barang yg ditawarkan
        2. Harga barang lain yg terkait
o   Bila harga barang substitusi naik à penawaran suatu barang akan bertambah dan sebaliknya.
Harga barang X naik à konsumen membeli barang Y (substitusi barang X) à permintaan barang   Y naik à mendorong produsen meningkatkan hasil produksinya à penawaran barang Y meningkat
o   Bila harga barang komplemen naik à penawaran suatu barang akan berkurang dan sebaliknya

3. Harga faktor produksi
Faktor produksi : tingkat upah, bahan baku,   tingkat bunga modal
o   Bila harga faktor produksi naik à maka
§  Perusahaan memproduksi output lebih sedikit dengan jumlah anggaran tetap
§  Laba perusahaan berkurang shg tidak menarik à pengusaha akan pindah ke industri lain à penawaran barang berkurang
4. Biaya produksi
o   Faktor produksi naik à biaya produksi naik à produsen mengurangi hasil produksi à penawaran barang berkurang          
5. Teknologi Produksi
o   Kemajuan teknologi à mengurangi biaya produksi à penawaran barang meningkat
o   Kemajuan teknologi menimbulkan efek :
§  Produksi  dapat ditambah lebih cepat
§  Biaya produksi semakin murah
6. Jumlah pedagang / penjual
o   Jumlah pedagang bertambah à penawaran barang bertambah dan sebaliknya
7. Tujuan perusahaan
o   Bila tujuan perusahaan memaksimumkan keuntungan à perusahaan tdk memanfaatkan kapasitas perusahaannya secara maksimal tetapi menggunakan pada tingkat produksi yg memberikan keuntungan maksimum
o   Bila tujuan perusahaan memaksimumkan hasil produksinya à penawaran barang tsb bertambah
8. Kebijakan pemerintah
o   Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi penawaran suatu barang
o   Fungsi Penawaran
Ø  Adlh penawaran yg dinyatakan dlm hubungan matematis dng faktor-faktor yg mempengaruhi
Ø  Tingkat penawaran : variabel tidak bebas (dependent variable) krn besarnya nilai ditentukan oleh variabel- variabel lain
Ø  Faktor-faktor yg mempengaruhi penawaran : variabel bebas (independent variable)
Sx = f (Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij.)
                +     +/-      -      -       +          +       +/-          +
tanda (+) dan (-) pada fungsi penawaran menunjukkan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap penawaran barang X
Sx           = penawaran barang X
Px           = harga barang X
Py           = harga barang Y (substitusi atau komplementer)
Pi            = harga faktor produksi
C             = biaya produksi
tek         = teknologi produksi
ped        = jumlah pedagang / penjual
tuj          = tujuan perusahaan
kebij = kebijakan pemerintah
l  Kurva Penawaran
Ø  Menggambarkan hubungan antara harga dan jumlah barang yg ditawarkan, dimana sifat dari hubungan tsb searah.
Ø  Berbentuk garis yang naik dari kiri bawah ke kanan atas yg berarti terdapat hubungan (+) antara harga dan jumlah barang yg ditawarkan








HUBUNGAN ANTAR VARIABEL DALAM FUNGSI PENAWARAN
NO
NAMA
VARIABEL
NOTASI
BENTUK
HUBUNGAN
TANDA SLOPE
1
HARGA POKOK
PX
POSITIF SEARAH
+
2
HARGA INPUT
P1
NEGATIF
-
3
HARGA PRODUK LAIN YANG BERKAITAN
PR
-POSITIF UNTUK PRODUK KOMPLEMENTER
- NEGATIF UNTUK BARANG SUBTITUSI
+

-
4
EKSPEKTASI HARGA PRODUK DIMASA MENDATANG
PE
NEGATIF
-
5
TINGKAT TEKNOLOGI YANG DIPAKAI
T
POSITIF
+
6
BANYAKNYA PERUSAHAAN SEJENIS
NF
POSITIF
+
Ø  Dalam analisis kurva penawaran .
Ø  Bila terjadi perubahan harga à perubahan jumlah barang yg ditawarkan à terjadi pergerakan sepanjang kurva penawaran (movement along supply curve)
Ø  Bila terjadi perubahan faktor non harga (ceteris paribus) à kurva penawaran bergeser ke kiri atau ke kanan.
                Bergeser ke kanan à jumlah barang yg ditawarkan lebih banyak pada harga yg sama.
                Bergeser ke kiri à jumlah barang yg ditawarkan lebih sedikit pada harga yg tetap.
Pergeseran kurva penawaran = perubahan penawaran yg berarti perubahan meningkat atau perubahan menurun.

                               
 Penawaran meningkat :
o   Pada tingkat harga tertentu à jumlah barang yg ditawarkan bertambah
o   Pada jumlah tertentu dari barang akan ditawarkan dng harga lebih rendah dari sebelumnya.
Penawaran menurun :
o   Pada tingkat harga tertentu à jumlah barang ditawarkan berkurang
o   Pada jumlah tertentu dari barang akan ditawarkan dng harga lebih tinggi dari sebelumnya.
                                 
CONTOH SOAL SUPPLY ANALYSIS
Fungsi penawaran ruang pusat perbelanjaan (mall) di Surabaya
Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 
      QSX = 325 + 7 PX – 0,25 PI – 8 PR + 5 NF
      QSX = kuantitas penawaran sewa ruang mall (000 m²)
      PX    = harga sewa mall (US $ / m² / bln.)
      PI     = harga input pembangunan mall (US $ / m²)
      PR   =  harga sewa ruang perkantoran (US $ / m²)
      NF   =  banyaknya pengembang yang menawarkan sewa ruang mall (unit perusahaan)
Contoh :
     Apabila rata-rata harga sewa mall US $  75 / m² / bln. Dan rata-rata biaya pembangunan (harga input) ruangan mall US $  500 / m², rata-rata harga sewa ruang perkantoran US $  25 / m² / bln., jumlah pengembang yang menawarkan sewa ruang mall 20 perusahaan.
     -  Tentukan fungsi penawaran !
     -  Hitunglah besar kuantitas penawaran sewa ruang mall (000 m²) !
     -  Gambarkan fungsi Supply tersebut !




JAWABAN SOAL SUPPLY ANALYSIS
1.  Fungsi Penawaran
     QSX = 325 + 7 PX  - 0,25 PI - 8 PR + 5 NF
            = 325 + 7 PX  - 0,25 (500) - 8 (25)+ 5 (20)
            = 100 + 7 PX
2.  Kuantitas Penawaran
       QSX = 100 + 7 (75)
              = 100 + 525
              =  625            à  625.000 m2
3. - Titik potong sumbu QSX, syarat PX = 0
       QSX = 100 + 0 = 100 à (100 , 0)
    - Titik potong sumbu PX, syarat QSX = 0
       0 = 100 + 7 PX
       7 PX = - 100
          PX = - 14,28  à (0 ; -14,28)
Px                                                 Qsx=100 +7Px
   

0                                                                                                     
                                                          (100 , 0 )                           Qx      

          (0 ; -14,28)                                                                                                                 



Sumber : eksekutifmuda.weebly.com/uploads/2/4/3/4/24343652/penawaran.ppt