Minggu, 09 November 2014

Fungsi Penawaran



PENAWARAN
(SUPPLY)
Penawaran
·         Jumlah barang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga selama satu periode tertentu
·         Kerangka waktu yang dianalisis dapat berupa jam, hari, minggu, bulan, tahun, dsb.
Faktor-faktor yg mempengaruhi  penawaran  :
1.Harga barang itu sendiri
2.Harga barang lain yg terkait
3.Harga faktor produksi
4.Biaya produksi
5.Teknologi produksi
6.Jumlah pedagang / penjual
7.Tujuan perusahaan
8.Kebijakan pemerintah
o   Dlm analisis penawaran harus dimisalkan faktor-faktor lainnya tidak berubah atau ceteris paribus
1. Harga barang itu sendiri
o   Jika harga barang naik à penjual cenderung menambah jumlah barang yg ditawarkan
o   Hukum penawaran :
Semakin tinggi  harga barang à semakin banyak jumlah barang yg ditawarkan
Semakin rendah harga barang à semakin sedikit jumlah barang yg ditawarkan
        2. Harga barang lain yg terkait
o   Bila harga barang substitusi naik à penawaran suatu barang akan bertambah dan sebaliknya.
Harga barang X naik à konsumen membeli barang Y (substitusi barang X) à permintaan barang   Y naik à mendorong produsen meningkatkan hasil produksinya à penawaran barang Y meningkat
o   Bila harga barang komplemen naik à penawaran suatu barang akan berkurang dan sebaliknya

3. Harga faktor produksi
Faktor produksi : tingkat upah, bahan baku,   tingkat bunga modal
o   Bila harga faktor produksi naik à maka
§  Perusahaan memproduksi output lebih sedikit dengan jumlah anggaran tetap
§  Laba perusahaan berkurang shg tidak menarik à pengusaha akan pindah ke industri lain à penawaran barang berkurang
4. Biaya produksi
o   Faktor produksi naik à biaya produksi naik à produsen mengurangi hasil produksi à penawaran barang berkurang          
5. Teknologi Produksi
o   Kemajuan teknologi à mengurangi biaya produksi à penawaran barang meningkat
o   Kemajuan teknologi menimbulkan efek :
§  Produksi  dapat ditambah lebih cepat
§  Biaya produksi semakin murah
6. Jumlah pedagang / penjual
o   Jumlah pedagang bertambah à penawaran barang bertambah dan sebaliknya
7. Tujuan perusahaan
o   Bila tujuan perusahaan memaksimumkan keuntungan à perusahaan tdk memanfaatkan kapasitas perusahaannya secara maksimal tetapi menggunakan pada tingkat produksi yg memberikan keuntungan maksimum
o   Bila tujuan perusahaan memaksimumkan hasil produksinya à penawaran barang tsb bertambah
8. Kebijakan pemerintah
o   Kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi penawaran suatu barang
o   Fungsi Penawaran
Ø  Adlh penawaran yg dinyatakan dlm hubungan matematis dng faktor-faktor yg mempengaruhi
Ø  Tingkat penawaran : variabel tidak bebas (dependent variable) krn besarnya nilai ditentukan oleh variabel- variabel lain
Ø  Faktor-faktor yg mempengaruhi penawaran : variabel bebas (independent variable)
Sx = f (Px, Py, Pi, C, tek, ped, tuj, kebij.)
                +     +/-      -      -       +          +       +/-          +
tanda (+) dan (-) pada fungsi penawaran menunjukkan pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap penawaran barang X
Sx           = penawaran barang X
Px           = harga barang X
Py           = harga barang Y (substitusi atau komplementer)
Pi            = harga faktor produksi
C             = biaya produksi
tek         = teknologi produksi
ped        = jumlah pedagang / penjual
tuj          = tujuan perusahaan
kebij = kebijakan pemerintah
l  Kurva Penawaran
Ø  Menggambarkan hubungan antara harga dan jumlah barang yg ditawarkan, dimana sifat dari hubungan tsb searah.
Ø  Berbentuk garis yang naik dari kiri bawah ke kanan atas yg berarti terdapat hubungan (+) antara harga dan jumlah barang yg ditawarkan








HUBUNGAN ANTAR VARIABEL DALAM FUNGSI PENAWARAN
NO
NAMA
VARIABEL
NOTASI
BENTUK
HUBUNGAN
TANDA SLOPE
1
HARGA POKOK
PX
POSITIF SEARAH
+
2
HARGA INPUT
P1
NEGATIF
-
3
HARGA PRODUK LAIN YANG BERKAITAN
PR
-POSITIF UNTUK PRODUK KOMPLEMENTER
- NEGATIF UNTUK BARANG SUBTITUSI
+

-
4
EKSPEKTASI HARGA PRODUK DIMASA MENDATANG
PE
NEGATIF
-
5
TINGKAT TEKNOLOGI YANG DIPAKAI
T
POSITIF
+
6
BANYAKNYA PERUSAHAAN SEJENIS
NF
POSITIF
+
Ø  Dalam analisis kurva penawaran .
Ø  Bila terjadi perubahan harga à perubahan jumlah barang yg ditawarkan à terjadi pergerakan sepanjang kurva penawaran (movement along supply curve)
Ø  Bila terjadi perubahan faktor non harga (ceteris paribus) à kurva penawaran bergeser ke kiri atau ke kanan.
                Bergeser ke kanan à jumlah barang yg ditawarkan lebih banyak pada harga yg sama.
                Bergeser ke kiri à jumlah barang yg ditawarkan lebih sedikit pada harga yg tetap.
Pergeseran kurva penawaran = perubahan penawaran yg berarti perubahan meningkat atau perubahan menurun.

                               
 Penawaran meningkat :
o   Pada tingkat harga tertentu à jumlah barang yg ditawarkan bertambah
o   Pada jumlah tertentu dari barang akan ditawarkan dng harga lebih rendah dari sebelumnya.
Penawaran menurun :
o   Pada tingkat harga tertentu à jumlah barang ditawarkan berkurang
o   Pada jumlah tertentu dari barang akan ditawarkan dng harga lebih tinggi dari sebelumnya.
                                 
CONTOH SOAL SUPPLY ANALYSIS
Fungsi penawaran ruang pusat perbelanjaan (mall) di Surabaya
Tahun 2012 adalah sebagai berikut : 
      QSX = 325 + 7 PX – 0,25 PI – 8 PR + 5 NF
      QSX = kuantitas penawaran sewa ruang mall (000 m²)
      PX    = harga sewa mall (US $ / m² / bln.)
      PI     = harga input pembangunan mall (US $ / m²)
      PR   =  harga sewa ruang perkantoran (US $ / m²)
      NF   =  banyaknya pengembang yang menawarkan sewa ruang mall (unit perusahaan)
Contoh :
     Apabila rata-rata harga sewa mall US $  75 / m² / bln. Dan rata-rata biaya pembangunan (harga input) ruangan mall US $  500 / m², rata-rata harga sewa ruang perkantoran US $  25 / m² / bln., jumlah pengembang yang menawarkan sewa ruang mall 20 perusahaan.
     -  Tentukan fungsi penawaran !
     -  Hitunglah besar kuantitas penawaran sewa ruang mall (000 m²) !
     -  Gambarkan fungsi Supply tersebut !




JAWABAN SOAL SUPPLY ANALYSIS
1.  Fungsi Penawaran
     QSX = 325 + 7 PX  - 0,25 PI - 8 PR + 5 NF
            = 325 + 7 PX  - 0,25 (500) - 8 (25)+ 5 (20)
            = 100 + 7 PX
2.  Kuantitas Penawaran
       QSX = 100 + 7 (75)
              = 100 + 525
              =  625            à  625.000 m2
3. - Titik potong sumbu QSX, syarat PX = 0
       QSX = 100 + 0 = 100 à (100 , 0)
    - Titik potong sumbu PX, syarat QSX = 0
       0 = 100 + 7 PX
       7 PX = - 100
          PX = - 14,28  à (0 ; -14,28)
Px                                                 Qsx=100 +7Px
   

0                                                                                                     
                                                          (100 , 0 )                           Qx      

          (0 ; -14,28)                                                                                                                 



Sumber : eksekutifmuda.weebly.com/uploads/2/4/3/4/24343652/penawaran.ppt      
                                                                                                                                                                                                          

Prilaku Konsumen, Pendekatan Atribut


Prilaku konsumen, pendekatan atribut

Teori konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen (rumah tangga), pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Teori ini juga digunakan untuk mendapatkan kurva permintaan. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ini ada 3 yaitu pendekatan utilitas, pendekatan kurva indeferens, dan pendekatan atribut. Pendekatan terakhir merupakan pendekatan yang paling baru. Namun demikian, pendekatan kurva indeferens sekarang ini lebih sering digunakan.
Pendekatan utilitas menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan cara yang sama seperti ukuran berat atau tinggi badan seseorang. Oleh karena itu pendekatan ini disebut juga penguluran kardinal.
Pendekatan kurva indeferens menganggap bahwa tingkat kepuasan atau utilitas yang diperoleh konsumen dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa hanya bisa dihitung dengan pengukuran ordinal.
Pendekatan atribut merupakan pendekatan yang relatif baru. Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan konsumen bukanlah produk secara fisik, tetapi atribut yang terkandung di dalam produk tersebut. Pendekatan ini yang akan dibahas secara mendalam.

Pendekatan Atribut
Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. Teori-teori sebelumnya menggunakan asumsi bahwa yang diperhatikan oleh konsumen adalah produknya, maka pendekatan atribut ini didasarkan pada asumsi bahwa perhatian konsumen bukan terhadap produk secara fisik, melainkan lebih ditujukan kepada atribut produk yang bersangkutan. Pendekatan ini menggunakan analisis utilitas yang digabungkan dengan analisis kurva indiferens. Yang dimaksud dengan atribut suatu barang adalah semua jasa yang dihasilkan dari penggunaan dan atau pemilikan barang tersebut. Atribut sebuah mobil antara lain meliputi jasa pengangkutan, prestise, privacy, keamanan, kenyamanan, dan sebagainya.
Dalam pendekatan atribut diasumsikan bahwa rumah tangga yang telah membagi-bagi anggaran untuk tiap kelompok kebutuhan.  Misalnya untuk sandang, pangan, perumahan, kesehatan dan sebagainya. Persoalan selanjutnya ialah bagaimana jumlah anggaran untuk makan didistribusikan di antara berbagai pilihan makanan, bagaimana jumlah anggaran untuk sandang dialokasikan, berapa banyak yang digunakan untuk membeli baju, sepatu, dan sebagainya.
Konsumen mendapatkan kepuasan dari pengkonsumsian atribut. Namun demikian, konsumen harus membeli produk untuk memperoleh atribut tersebut. Jadi produk itu merupakan alat untuk menyampaikan atribut dalam proses konsumsi. Setiap barang memberikan satu atribut atau lebih dalam suatu perbandingan tertentu.
Sebagai contoh, Tabel 4.3 melukiskan seorang konsumen yang biasa makan di luar rumah di enam restoran (A, B, C, D, E, F). Atribut pada enam restoran tersebut digambarkan pada Gambar 4.11 dengan garis yang berasal dari titik O. Slope garis itu merupakan rasio antara atribut kenyamanan suasana dengan kelezatan rasa makanan yang diperoleh dari masing-masing restoran.
Tabel 4.3
Atribut dan Harga Makan di 6 Restoran

Restoran
Harga
per makan
($)

Rasio
Nyaman/
Lezat
Makan
per
$100
Derajat Atribut
Nyaman
Lezat
A
22,22
89
22
4,05
4,50
B
25,00
94
50
1,88
4,00
C
27,30
76
86
0,88
3,66
D
26,47
57
90
0,63
3,78
E
18,95
18
72
0,25
5,28
F
19,74
10
77
0,13
5,07
Sumber: Evan J. Douglass, fourth edition, Managerial Economics: Analysis and Strategy, (New Jersey: Prentice-Hall International, 1992, hal.85.

Seberapa banyak suatu barang itu harus dibeli ditentukan oleh besarnya anggaran dan harga barang yang bersangkutan. Dari Tabel 4.3 dengan anggaran $100 konsumen tersebut mendapatkan dari restoran A sebanyak (4,5 x 89) = 400,5 satuan atribut kenyamanan suatu restoran dan (4,5 x 22) = 99 satuan aribut kelezatan makanan. Demikian pula dari restoran B, C, D, E, dan F, diperoleh jumlah satuan atribut dengan cara yang sama. Hasil perhitungannya digambarkan pada Gambar 4.11. Dengan menghubungkan tiitik A, B, C, D, E, dan F, kita mendapatkan garis batas efisiensi (efficiency frontier). Garis batas efisiensi ini didefinisikan sebagai batas luar dan merupakan kombinasi atribut yang dapat dicapai konsumen dengan batas anggaran tertentu. Setiap titik pada garis itu dapat dicapai dengan mengkonsumsi kombinasi barang-barang yang berdekatan satu sama lain.
Gambar 1.11 – 1.13 menguraikan bagian pokok dari pendekatan tersebut. Dalam kasus ini kita melihat bagaimana seorang konsumen menggunakan anggaran makan di restoran. Atribut makan di restoran hanya diasumsikan dua macam, yaitu lezatnya makanan yang digambarkan pada sumbu horizontal dan suasana nyaman di restoran yang digambarkan pada sumbu vertikal.
Gambar 4.11
Kombinasi Barang dalam Pendekatan Atribut









Kombinasi kenyamanan suasana dan lezatnya makanan untuk masing-masing restoran yang masuk dalam perhitungan konsumen digambar dalam bentuk garis kombinasi kepuasan atribut seperti Gambar 4.11. Garis kombinasi kepuasan atribut masing-masing restoran dengan sendirinya berpusat dari titik asal O, karena kita mengetahui dengan tidak makan di restoran A misalnya, dengan sendirinya konsumen tersebut tidak memperoleh kepuasan dari lezatnya makanan yang disajikan oleh restoran A. Ada enam garis karena 6 restoran.
Oleh karena selera konsumen berbeda-beda, maka tidak dapat diharapkan bahwa sudut garis kombinasi hasil kepuasan atribut untuk restoran  yang sama yang diberikan oleh konsumen yang satu akan sama dengan yang akan diberikan oleh konsumen yang lain. Ini berarti susunan atau struktur garis kombinasi hasil kepuasan atribut cenderung berada antara yang dimiliki konsumen yang satu dan yang dimiliki oleh konsumen yang lain.
Gambar 4.12
Batas Efisiensi













Panjangnya garis kombinasi hasil kepuasan atribut itu tergantung kepada:
1.      Besarnya anggaran yang disediakan oleh konsumen untuk makan di restoran
2.      Harga setiap kali makan di restoran
3.      Kombinasi hasil kepuasan atribut (yaitu penjumlahan kelezatan makanan dan kenyamanan suasana) yang diperoleh konsumen setiap kali makan di restoran tersebut.
Dengan memperhatikan kendala anggaran, dan garis kombinasi kepuasan atribut untuk masing-masing restoran, maka kita telah siap menurunkan garis batas efisiensi (efficiency frontier). Adapun caranya adalah dengan menghubungkan ujung masing-masing garis kombinasi kepuasan atribut.

Keseimbangan Konsumen
Untuk mengetahui atau menemukan titik keseimbangan konsumen kita harus terlebih dahulu perlu mengetahui kurva indiferens konsumen. Kurva indiferens di sini dimaksudkan sebagai kurva yang menghubungkan berbagai kombinasi atribut yang memberikan kepuasan yang sama bagi konsumen. Konsumen juga memiliki peta indiferens untuk atribut dari berbagai barang. Seperti biasanya, kurva indiferens yang lebih tinggi letaknya lebih disukai karena mencerminkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi dan mereka tidak berpotongan satu sama lain, cembung terhadap titik asal (O), serta turun dari atas ke kanan bawah.
Gambar 4.13
Maksimisasi Kepuasan dengan Pendekatan Atribut













Setelah kita mengetahui peta indiferens dan batas efisiensi yang dimiliki konsumen, maka kita dapat menentukan restoran manakah yang akan dikunjungi oleh konsumen. Berdasarkan pada asumsi rasionalitas, maka konsumen akan mengambil keputusan memilih restoran yang ditunjukkan oleh titik singgung antara kurva batas efisiensi dengan salah satu kurva indiferensnya. Apabila titik singgung itu tidak terletak di salah satu sudut garis batas efisiensi yang membentuk suatu garis lurus seperti pada titik M pada Gambar 4.13, maka untuk memaksimumkan kepuasan, konsumen dapat memilih kombinasi makan di dua restoran yang menghubungkan garis kombinasi kepuasan atribut yang membentuk bagian batas efisiensi yang disinggung oleh kurva indiferens konsumen tersebut.

Perubahan Harga dan Hukum Permintaan
Titik batas yang dapat dicapai pada masing-masing garis atribut ditentukan oleh rasio antara penghasilan dan harga barang dikalikan dengan besarnya atribut masing-masing satuan barang tersebut. Dengan persepsi dan penghasilan konsumen yang sama, maka perubahan harga barang pasti akan menggeser titik batas atribut dan dengan sendirinya garis batas efisiensi juga bergeser. Apabila harga barang turun, maka garis batas efisiensi bergeser ke luar dan sebaliknya bila harga barang naik, garis batas efisiensi bergeser ke dalam mendekati titik asal O. Sebagai akibatnya, konsumen mencapai kurva indiferens yang lain dan mengkonsumsi lebih banyak barang yang harganya lebih murah dan mengurangi konsumsi barang yang harganya lebih mahal.Tampak pada Gambar 4.14 bahwa konsumen pindah dari konsumsi barang C ke konsumsi barang B.
Kemudian kalau bukan harga barang dan persepsi konsumen memainkan tingkat penghasilannya yang berubah dan katakanlah menigkat, maka kalau barang yang dikonsumsi itu normal sifatnya, tentunya garis batas efisiensi itu seluruhnya akan bergeser sejajar ke luar menjauhi titik asal. Dan sebaliknya, bila penghasilan konsumen menurun, maka pergeseran garis batas efisiensi itu akan menurunkan tingkat kepuasan dan bila penghasilan naik akan mempertinggi tingkat kepuasan sebab kurva indiferens akan bersinggungan dengan garis batas efisiensi pada titik yang berbeda, seperti tampak pada Gambar 4.15.
Gambar 4.14
Keseimbangan Konsumen dan Perubahan Harga